Viral! Siswa Nyaris Pingsan Karena Gurunya Ceramah Sampai Berjam-jam

Posted on

Seorang guru SMP Negeri 3 Dua Boccoe di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan jadi Viral di media sosial

Hal tersebut lantaran guru bernama Usman itu ceramah berjam-jam lamanya di kelas hingga membuat membuat kebanyakan siswa lemas.

“Kejadiannya itu tanggal 16 minggu lalu, hari Kamis,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Nursalam.

Nursalam mengatakan peristiwa tersebut bermula saat Usman mendapati sejumlah siswa kelas 7, 8, dan 9 masih bermain-main di kelas, padahal sudah masuk jam pulang. Dia kemudian masuk di kelas.

“Itu kan kejadiannya begini, pada saat anak-anak sudah mau pulang sekitar jam 11 siang, masih ada anak-anak yang main di kelas, belum meninggalkan sekolah. Pada saat mereka main-main, tiba-tiba guru ini masuk di kelas,” ucap Nursalam.

Menurut Nursalam, kelas tersebut bukan kelas dengan mata pelajaran resmi.

Sebab, para siswa di dalam kelas berasal dari kelas berbeda, yakni dari kelas 7 hingga jelas 9.

“Jadi memang itu bukan jam pelajaran, sudah jam pulang. Cuma ini anak-anak kan masih ada yang tinggal main-main, tiba-tiba guru ini masuk menyuruh anak-anak ini masuk. Akhirnya dia ceramah berjam-jam di situ,” katanya.

Nursalam mengatakan Usman hanya berceramah di dalam kelas dan tidak ada penyekapan atau kekerasan seperti informasi viral. Namun ceramah berjam-jam tersebut membuat para siswa lemas di kelas.

“Ini anak-anak mungkin lapar. Dia sudah setengah 3 belum pulang. Iya, dia cuma lemas itu,” katanya.

Nursalam juga mengatakan para siswa sebenarnya hendak pulang ke rumah. Tapi Usman tetap saja melanjutkan ceramahnya sehingga para siswa tak bisa berbuat banyak.

“Mungkin juga agak stres dia karena mau pulang tapi tidak bisa karena guru itu masih ceramah di situ,” katanya.

Usman baru menghentikan ceramahnya saat para orang tua siswa datang ke sekolah untuk mencari anak-anak mereka.

“Jadi gurunya itu berhenti setelah ada beberapa orang tua murid yang datang dia cari anak-anaknya karena belum pulang kan,” kata Nursalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *